TAMAN GERIATRI, TEMPAT NONGKRONG DAN OLAHRAGA PARA LANSIA

Administrator 17 Feb 2025 1k Share
img-berita

Rossy Musthof Arsyadani
Tenaga Pendamping Fisik Program RT Keren 2024 Kelurahan Kepanjenlor

Salah satu pembangunan program RT Keren Tahun Anggaran 2024 di wilayah Kelurahan Kepanjenlor adalah pekerjaan “Pembangunan Taman RT. 01 RW. 06” yang dikerjakan oleh Pokmas Wisma Indah. Lokasi pekerjaan taman ini berada pada Perumahan Wisma Indah.

Perumahan Wisma Indah sendiri adalah perumahan tertua yang berada di kota Blitar yang kini sudah berusia 39 tahun. Memiliki lokasi yang sangat strategis di jantung kota Blitar, Perumahan Wisma Indah selalu menjadi sorotan di daerah Kelurahan Kepanjenlor karena suasananya yang indah seperti namanya. 

Meneruskan ide program RT Keren tahun 2022, yaitu pekerjaan “Pembangunan Taman Bermain” yang diperuntukkan untuk anak-anak, Ketua RT. 01 RW. 06 terpilih, bapak Kayat Pandi Agita pun memiliki ide membangun sebuah taman yang diperuntukkan untuk para lansia. Pembangunan Taman Geriatri pun menjadi judul usulan yang diajukan pada Musrenbang Kelurahan Kepanjenlor tahun 2023. 

Asal mula nama Geriatri sendiri yang berasal dari bahasa Yunani, geron yang berarti orang tua, dan teria yang artinya penanganan terhadap penyakit. Sedangkan dalam dunia medis, geriatri merupakan cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada penanganan, diagnosis, serta pencegahan penyakit dan gangguan kesehatan yang menyerang kalangan lansia. Oleh karenanya Taman Geritari yang dibangun ini nantinya dimaksudkan menjadi tempat berolahraga dan terapi ringan untuk para lansia di wilayah perumahan Wisma Indah dan sekitarnya.

Bapak Agita, sapaan ketua RT. 01 RW. 06, pun memilih lokasi depan perumahan Wisma Indah yang sebelumnya kurang terawat dan menyulapnya menjadi sebuah taman yang indah untuk berolahraga para warga Wisma Indah, khususnya para lansia.

Saat proses pembangunan Taman Geriatri, para warga Wisma Indah pun terlihat antusias dengan pembangunan taman tersebut dengan memberikan banyak masukan dan saran demi terbangunnya taman yang indah di lokasi tersebut. Bahkan tidak sedikit warga yang memberikan makanan dan minuman pada para pekerja karena rasa antusias mereka. 

Setelah selesai terbangunnya taman Geriatri, terlihat para warga yang didominasi para lansia sering berjalan-jalan pagi menikmati suasana indah taman sambil melakukan olahraga ringan pada mainan yang terpasang di lokasi tersebut. Bahkan tidak hanya para lanisa, para anak-anak pun terlihat senang dengan pembangunan Taman Geriatri RT. 01 RW. 06 karena mereka memiliki tempat tambahan untuk bermain selain di taman yang lama. Hal yang menarik di Taman Geriatri, para warga RT. 01 yang berada di sekitar sana sampai mengumpulkan iuran untuk biaya kebersihan dan perawatan Taman Geriatri di RT. 01 RW. 06.

Menurut Antok, salah satu warga RT. 01 RW. 06, pembangunan Taman Geriatri sangatlah bermanfaat bagi para warga Wisma Indah, khususnya para Lansia. “Saya senang dengan adanya pembangunan Taman Geriatri di RT. 01 ini, taman ini sangat bermanfaat bagi para warga Wisma Indah,” ujarnya.

Sedangkan menurut Andre, pembangunan Taman Geriatri membuat muka perumahan Wisma Indah yang sebelumya berantakan menjadi indah. “Pembangunan taman Geriatri ini benar-benar membuat Perumahan Wisma Indah menjadi semakin indah. Sebelumya Wisma Indah sudah memiliki taman bermain di dekat Posyandu, kemudian adanya rehab taman di dekat Balai RW, kini Wisma Indah akan menjadi semakin indah dengan adanya pembangunan Taman Geriatri”.

Saya sendiri sebagai penulis merasa Pembangunan taman geriatri menjadi langkah yang sangat penting dan bermanfaat, terutama untuk meningkatkan kualitas hidup bagi lansia. 

Hal tersebut diperkuat dengan adanya beberapa pendapat mengenai taman Geritari: 

1. Kesehatan Mental dan Fisik

Taman geriatrik dapat berfungsi sebagai ruang terbuka yang mendukung aktivitas fisik dan mental. Dengan adanya fasilitas seperti jalur pejalan kaki, area duduk, dan tanaman hijau, lansia dapat berolahraga ringan dan bersosialisasi, yang sangat baik untuk kesehatan mereka. 

Setiap pagi, para lansia yang berada di Perumahan Wisma Indah sering terlihat lewat berjalan-jalan pagi dan mampir di Taman Geriatri untuk berolahraga ringan disana.

2. Interaksi Sosial

Taman ini bisa menjadi tempat berkumpul bagi lansia, mendorong interaksi sosial yang positif. Hal ini dapat membantu mengurangi rasa kesepian dan meningkat-kan semangat hidup.

3. Desain Inklusif

Penting untuk merancang taman dengan mempertimbangkan kebutuhan khusus lansia, seperti aksesibilitas bagi pengguna kursi roda, area yang aman dari bahaya, dan fasilitas yang nyaman. Hal ini akan memastikan semua lansia dapat menikmati taman tersebut.

4. Dampak Lingkungan

Taman geriatrik juga berkontribusi pada lingkungan yang lebih hijau, yang bermanfaat bagi semua warga. Ruang hijau dapat membantu mengurangi polusi dan meningkatkan kualitas udara.

5. Program dan Aktivitas

Selain fasilitas fisik, penting juga untuk menyediakan program dan kegiatan yang menarik bagi lansia, seperti kelas seni, yoga, atau kegiatan berkebun. Ini akan membuat taman lebih hidup dan menarik.

Dari beberapa hal di atas, secara keseluruhan dapat ditarik kesmipulan bahwa pembangunan Taman Geriatrik tidak hanya memberikan manfaat fisik, tetapi juga emosional dan sosial bagi masyarakat lansia. Ini adalah investasi yang baik untuk masa depan yang inklusif dan sehat. 

Lantas apa yang menjadi permaalahan sekaligus tantangan dalam program pembangunan taman ini?

Awalnya, gambaran penataan Taman Geriatri menjadi tantangan dalam proses pembuatannya. Hal tersebut dikarenakan lahan yang akan digunakan tidak terlalu lebar sehingga perlu dipikirkan dengan matang bagaimana supaya taman ini nantinya menjadi indah. Namun setelah meminta banyak pendapat dan saran dari banyak pihak, akhirnya perencanaan untuk Taman Geriatri pun bisa selesai berikut dengan lancarnya pembangunan taman tersebut.

Selain itu, dengan kompetennya para anggota Pokmas Wisma Indah yang rata-rata memiliki skill atau kemampuan sesuai di bidang mereka masing-masing, maka kendala kecil atau permasalahan yang sempat menjadi tantangan di atas bisa terselesaikan dengan adanya komunikasi yang baik.

Pembangunan Taman Geriatri pun dirancang dengan adanya lima mainan untuk lansia, lampu taman untuk menerangi taman di malam hari, pemasangan lampu neonbok yang menjadi identitas Taman Geriatri, penanaman tanaman hingga rumput Jepang yang akan memperindah taman, pemasangan Keramik Kasar, pengecatan tembok taman untuk memperindah taman, dan adanya swadaya pemasangan tandon serta saluran air untuk pemasangan keran air di taman.

Tidak berhenti setelah selesainya 100% pekerjaan, pembangunan Taman Geriatri, para warga Wisma Indah khususnya di sekitar lokasi pun berpartisipasi dengan ikut memberikan tanaman yang bisa dipakai untuk memperindah lokasi tersebut. Bahkan para warga membuat tandon kecil dan saluran air agar terdapat keran air di Taman Geriatri yang bisa dipakai untuk menyiram tanaman sehingga nantinya taman bisa tetap terawat.

Selengkapnya Cerita Tentang RT Keren 2024 di Kecamatan Kepanjenkidul Bisa Download buku Sekarang Warga Semakin Senang: Cerita RT Keren 2024

Berita Populer

PERLOMBAAN SARONG RACING

by Administrator | 18 Aug 2022

Karnaval Kecamatan Kepanjenkidul 2023: Pe..

by Administrator | 28 Aug 2023

Santoso - Tjutjuk Sunario Resmi Dilantik ..

by Administrator | 26 Feb 2021

DPUPR Kota Blitar Manfaatkan Embung dan K..

by Administrator | 09 Feb 2021

Ngobrol Santai Bareng Pak Camat, Kuatkan ..

by Administrator | 31 Mar 2023

KPU Kota Blitar Gelar Rekapitulasi dan Pe..

by Administrator | 15 Dec 2020