PELATIHAN RT KEREN SEBAGAI PEMICU PASSION USAHA MASYARAKAT

Administrator 17 Feb 2025 1k Share
img-berita

Herwidi Bastugito
Tenaga Pendamping Non Fisik Program RT Keren 2024 Kelurahan Sentul

Pelatihan non fisik yang sudah dilakukan oleh berbagai instansi atau OPD kepada masyarakat sudah banyak ragamnya, tetapi tidak banyak pelatihan yang sifatnya spesifik sesuai dengan trend yang sedang berkembang di masyarakat dan sesuai dengan passion dan kehendak masyarakat. 

Pelatihan RT Keren hadir di RW 08 menjawab tantangan tersebut diatas, sehingga dampak positif setelah pelatihan terus menguat hingga hari ini, setelah pelatihan usai sekitar 1-2 tahun yang lalu. Usaha krepes, kebab dan burger saat pelatihan RT keren hadir di RW 08 memang sudah ada sekitar 2 usaha disana, tetapi belum berjalan lacar dan baik. Namun semua itu menjadi pemicu untuk munculnya keinginan beberapa masyarakat di sana untuk memulai usaha, tetapi belum berani dikarenakan tidak memiliki ketrampilan teknis dan bekal alat (alat masak hingga rombong). 

RT Keren hadir menyongsong keinginan masyarakat di RW 08 ini, sehinga pelatihan krepes, kebab dan burger ini menjadi pemicu atas keinginan yang lama terpendam.

Sebelum adanya pelatihan RT Keren terkait pembuatan krepes, kebab dan burger sebenarnya sudah muncul usaha serupa di lingkungan RW 08 Kel. Sentul, tetapi tidak banyak dan penjualan mereka masih kurang bagus. Pada saat hadirnya program RT Keren, terutama pelatihan krepes pada tahun 2023, serta pelatihan kebab dan burger pada tahun 2024 menjadikan beberapa warga, sekitar 10 orang memberanikan diri nuntuk ikut pelatihan dengan harapan bisa memulai usaha krepes, kebab dan burger. Di mana selama ini mereka hanya bisa berangan-angan tetapi tidak muncul harapan untuk jalan keluara atas angan-angan meraka ini. 

Kehadiran Pelatihan pembuatan krepes kebab dan burger ini benar-benar menjadi jawaban atas harapan dan angan-anagan mereka yang selam sekian tahun seolah hanyalah mimpi di siang bolong. 

Setelah melakukan pelatihan RT Keren di atas mereka merasakan betul dalam mendapat pengetahuan dari pelatihan tersebut, terutama mengenai teknis membuat dan ragam menu serta mendapat rombong krepes kebab burger dan beberapa peralatan memasak. Sehingga setelah pelatihan ada 5 peserta pelatihan yang berani memulai usaha krepes kebab burger ini dilingkungan RW 08 menambah yang sudah ada, sementara sisany sudah mencoba tetapi tidak bertahan lama. 

Dari 5 usahawan baru ini 4 membuka usaha di kantin beberapa sekolah dasar dan menengah di sekitar mereka dan yang satu berjulan di beberapa jalan protokol di Kota Blitar, hingga sekarang sudah memiliki beberapa outlet, yang awalnya pekerjanya hanya 2 orang (yang bersangkutan dengan istrinya) hingga sekarang sudah memiliki 7 karyawan tetap.

Pada saat itu trend jajanan dan makanan anak2 sekolah, anak muda dan ibu-ibu adalah krepes, kebab dan burger dan belum banyak usaha seperti itu muncul, sehingga peluang pasar masih terbuka cukup lebar. Selain itu, yang memotivasi mereka berani memulai usaha terebut selain karena pembekalan dari pelatihan, peluang pasar yang terbuka juga karena modal untuk belanja bahannya relatif tidak banyak. Saat memulai usaha krepes ini cuma membutuhkan modal sekitar 1 juta. Dalam perjalanan usaha yang sudah mereka lalukan rata-rata bisa menghasilkan antara 150.000 s/d 300.000/hari, dari modal 1 juta tersebut.

Anak-anak sekolah dan anak muda di lingkungan RW 08 sering membeli krepes, kebab dan burger keluar lingkungan mereka, disekitar aloon-aloon Blitar, sehingga beberapa dari mereka mengurungkan membeli jajan tersebut dikarenakan harus keluar jauh dari rumah, belum lagi kalau hujan dan lain sebagainya. Dari sini beberapa toko formal maupun informal kemudian mencoba mengusulkan pelatihan krepes kebab dan burger ini pada forum Musrembang, dan alhamdulillahnya kemudian disambut baik oleh program RT Keren. 

Karena materi pelatihan tentang krepes, kebab dan burger ini memang mereka nantikan maka mereka sangat antusias dalam mengkuti pelatihan ini, hal ini tampak dari kehadiran mereka 1 jam sebelum pelatihan, dan pada saat pelatihan mereka banyak bertanya dan setelah pelatihan usai mereka tidak langsung pulang tetapi masih diskusi panjang beberapa hal. 

Pada pelatihan ini dilakukan secara teoritis dan praktek, saat teori peserta sangat antusis dengan banyak hal yang mereka tanyakan, menggambarkan kalau mereka memang menanti dan menginginkan pelatihan ini, dan saat praktek mereka saling berlomba membuat yang terenak dan terbaik.

Setelah pelatihan usai mereka masih berkumpul mengajak diskusi narasumbernya, mereka membicara-kan tentang inovasi rasa dan bentuk produk hingga bagaimana packaging produknya.

Ada 5 peserta dari 10 yang akhirnya memulai usaha tersebut dan masih eksis hingga hari ini. Ada yang membuka di kantin sekolah, ada yang membuka rombong dan berjualan di jalan tertentu dan ada yang hingga sukses membuka 5 outlet di beberapa tempat dan sudah memulai untuk menjajagi franchaise. Sebenarnya tidak hanya 5 orang yang memulai usaha ini tetapi sekitar 7, Cuma tang 2 tidak bertahan lama karena keterbatasan modal dan tidak kuat ujian usahanya.

Septa denga Omah Krepesnya adalah salah satu yang sudah berkembang pesat (dengan 5 outlet) dan sudah memulai untuk mengembangkan dengan model franchise. Dia memulai usaha ini dengan modal 100.000 utk krepes dan 200.000 untuk kebab burger dengan 2 pekerja, dia dan istrinya saja. Saat ini Septa dengan Omah Krepesnya sudah memilik 7 karyawan tetap di 5 ouletnya dengan penghasilan mencapai 450.000 hingga 1 juta/hari.

Berbagai event selalu dia ikuti, sepert ajang RT Keren awar, festival kuliner, jadul festival, dll berani dia ikuti untuk mengenalkan dan melebar pangsa pasarnya. 

Beberapa tokoh masyarakat banyak yang menyambut dan merespon positif, bahkan ada 1 RT yang siap bekerja sama dengan mereka dengan akan menyiapkan membuat rombong dengan pola kerja sama.

Pada dasarnya pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dan menyambut peluang pasar yang sudah terbuka menjadi sangat positif dan berguna bagi mereka, hingga menjadikan usaha mereka ini adalah passion dan motiasi utama mereka untuk maju dan merubah hidup mereka menuju yang lebih baik lagi.

Bahwasanya pelatihan yang mendasarkan kepada kebutuhan riil masyarakat akan selalu menjadi motivasi besar bagi masyarakat, karena ini menjadi passion yang menjadikan usaha ini adalah pilihan utama meraka. Ditambah dengan kebutuhan pasar yang sedang terbuka akan semakin membuat mereka percaya diri untuk memulai usaha dan kuat dalam menjalankan usaha yang pada saat tertentu akan mengalami masa-masa sulit.

Berita Populer

PERLOMBAAN SARONG RACING

by Administrator | 18 Aug 2022

Karnaval Kecamatan Kepanjenkidul 2023: Pe..

by Administrator | 28 Aug 2023

Santoso - Tjutjuk Sunario Resmi Dilantik ..

by Administrator | 26 Feb 2021

DPUPR Kota Blitar Manfaatkan Embung dan K..

by Administrator | 09 Feb 2021

Ngobrol Santai Bareng Pak Camat, Kuatkan ..

by Administrator | 31 Mar 2023

KPU Kota Blitar Gelar Rekapitulasi dan Pe..

by Administrator | 15 Dec 2020