DRAINASE DI GANG SAWAH YANG INDAH

Administrator 17 Feb 2025 1.3k Share
img-berita

Tri Rahmad Wibowo
Tenaga Pendamping Fisik Program RT Keren 2024 Kelurahan Tanggung

Dengan semakin pesatnya perkembangan dan pertambahan penduduk menyebabkan munculnya pemukiman baru. Daerah yang dulunya merupakan area kebun atau persawahan berubah menjadi area pemukiman warga. Kondisi seperti ini yang menyebab-kan muncul permasalah-permasalahan baru yaitu salah satunya adalah genangan air dan banjir akibat berkurangnya resapan air hujan. 

Menurut BMKG, intensitas curah hujan di kota Blitar bagian utara cukup tinggi yakni pada bulan Maret tahun 2021 curah hujan mencapai 412,2 mm, pada bulan Juni tahun 2022 curah hujan mencapai 667,9 mm dan pada bulan Juni tahun 2023 curah hujan mencapai 553,5 mm. Pada data 3 tahun tersebut didapatkan bahwa kota Blitar memiliki curah hujan yang sangat tinggi.

Drainase merupakan salah satu tindakan teknis untuk mengurangi kelebihan air, baik yang berasal dari hujan, rembesan, maupun kelebihan air irigasi pada suatu lahan/kawasan sehingga dapat berfungsi secara optimal. Drainase termasuk salah satu komponen penting dalam infrastruktur perkotaan yang menanggulangi masalah banjir dan genangan air.

Istilah drainase biasa disebut pada dunia konstruksi, pembangunan, atau jalan dan jembatan. Sistem drainase yang baik akan sangat membantu proses mengalirnya air pada saat musim hujan.

Drainase merupakan sebuah konstruksi yang menjadi media untuk mengalirkan air dari satu titik ke titik lain yang dinilai sangat penting untuk membantu proses pengaliran air seperti curah hujan, agar tidak terjadi genangan atau banjir.

Sistem drainase membantu pada berbagai konstruksi bangunan seperti rumah, gedung kantor, dan area perkotaan atau pemukiman untuk mengurangi genangan air atau banjir pada area tertentu. Sistem ini juga membantu mengalirkan air ke area badan air terdekat.

Tujuan pembuatan drainase adalah untuk mengurangi dan membuang kelebihan air dari suatu kawasan agar lahan tersebut bisa berfungsi secara optimal sesuai dengan kegunaannya. Sistem ini juga dapat mengendalikan erosi tanah serta kerusakan pada jalanan dan bangunan yang ada di sekitarnya. 

Drainase dapat meminimalkan dampak negatif dari aliran limpasan untuk kualitas air sungai serta mengurangi genangan yang dapat menjadi sarang nyamuk-nyamuk penyebab penyakit.

Tujuan lainnya adalah untuk memperpanjang umur ekonomis sarana-sarana fisik antara lain: jalan, kawasan pemukiman, kawasan perdagangan dari kerusakan serta gangguan kegiatan akibat tidak berfungsinya sarana drainase.

Drainase terbagi menjadi dua jenis, yaitu drainase alami dan drainase buatan manusia. Drainase alami terbentuk karena adanya proses alam dan tanpa bantuan campur tangan manusia. Contoh drainase alami adalah aliran sungai.

Drainase buatan adalah yang dibuat oleh manusia secara garis besar adalah untuk membantu proses pengaliran air dari satu area ke area lainnya. Terdiri dari drainase bawah tanah, drainase permukaan tanah, drainase terbuka, drainase tertutup, drainase single purpose, dan drainase multi purpose.

Adapun fungsi dari drainase ini antara lain, sebagai salah satu metode pembebasan suatu area dari genangan air, banjir, atau erosi. Metode meminimalisir terjadinya penularan penyakit yang diakibatkan oleh sistem sanitasi yang buruk.

Kemudian mewujudkan terbentuknya sistem tata guna wilayah yang lebih baik dan optimal; Meminimalisir terjadinya kerusakan pada struktur tanah karena pembangunan konstruksi gedung, rumah maupun jalan; melindungi alam dan lingkungan menjadi lebih baik khususnya untuk kualitas tanah, kualitas air dan kualitas udara.

Juga sebagai salah satu upaya untuk memperpanjang umur dari sarana fisik, kawasan dan juga pemukiman, dan konservasi sumber daya air.

 

Hasil survei dan observasi di Kawasan RT. 02 RW. 01 Kelurahan Tanggung sering terjadi banjir, meskipun pada sekitar akhir tahun 2023 saluran eksisting pada Kawasan tersebut telah ditingkatkan dengan dimensi 75 × 60 cm, namun pada saat hujan turun dengan deras terjadi genangan air yang lama kelamaan genangan tersebut meningkat menjadi banjir. Pada akhir tahun 2022 dan awal tahun 2023 banjir yang terjadi ±20 cm dari permukaan tanah yang merendam ±15 rumah warga. Walaupun surut air setelah banjir sekitar 2 jam, namun akibat dari banjir ini sangat berdampak bagi warga sekitar terutama kondisi struktur rumah yang mengalami korosi akibat kelembaban. Penyebab utama adalah saluran drainase yang ada di sebelah sisi utara perkampungan yang tidak dapat menampung besarnya debit air hujan. Untuk itu diperlukan solusi segera guna menangani permasalahan tersebut

Program RT Keren akhirnya menjadi solusi kolaboratif yang melibatkan masyarakat dalam mengatasi per-masalahan yang terjadi di lingkungannya. Pada program ini masyarakat diberikan pembelajaran untuk dapat mengidentifikasi permasalahan yang terjadi, menyusun langkah-langkah mengatasi permasalahan, mengajukan usulan berdasarkan skala prioritas kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan kegiatan yang telah dilaksanakan.

Harapan dari warga melalui Program RT keren pembenahan dan pembangunan drainase di wilayah RT. 02 RW. 01 bisa terlaksana sebelum musim penghujan tahun 2024 ini tiba, sehingga warga tidak kawatir lagi dengan banjir yang akan melanda di pemukiman mereka.

“Selama ini jika musim penghujan datang rumah kami terkena banjir sehingga jika musim penghujan tiba maka kami selalu membuat saluran sementara di rumah kami,” ungkap Pak Sudar Ketua RT.01. 

Menurutnya nprogram ini sangat bagus sehingga perlu adanya tindak lanjut, “Kami berharap nantinya di tahun berikutnya dana RT Keren ini bisa bertambah biar nanti jika saluran bisa tuntas sampai ke arah sungai besar.”

“Harapan kami, dengan adanya program RT Keren usulan-usulan dan permasalahan yang ada ditingkat RT bisa teratasi melalui Program RT Keren, sehingga nantinya Musrenbang yang ditingkat RT bisa langsung dilaksanakan di tahun berikutnya,” imbuh Bapak Arif ketua RW.01.

Warga sangat bersemangat menyambut program RT Keren ini. Mereka bergotong royong dan berpartisipasi untuk mensukseskan program tersebut. Misalnya beberapa ibu-ibu menyiapkan makanan ringan seperti aneka gorengan, camilan kue kering atau kue basah, dan minuman berupa kopi maupun air putih yang disuguhkan untuk para pekerja. Selain itu beberapa warga juga saling bahu membahu untuk membantu dalam membangun Pembangunan Saluran Drainase dengan membantu membersihkan sekitar lokasi pekerjaan. Swadaya masyarakat ini dilakukan murni keinginan warga untuk mewujudkan lingkungan yang lebih baik.

Adin Nast’in, Ketua Pokmas Mugi Barokah RW 01, menyampaikan, “Kami menyampaikan terimakasih kepada pemerintah Kota Blitar terutama Bapak Walikota dan Wakil Walikota yang telah membuat Program RT Keren ini. Kami sebagai generasi muda telah diberikan kesempatan untuk terlibat langsung selaku pokmas dan sebagai pelaksana kegiatan RT Keren di wilayah RW 01 Kelurahan Tanggung ini, dan kami selalu berusaha untuk melaksanakan apa yang menjadi aspirasi warga sekitar, dan akhirnya apa yang diusulkan, diinginkan warga bisa terealisasi. Kebanggaan itu akan selalu melekat di hati.” 

Memang anggota Pokmas Mugi Barokah RW.01 Kelurahan Tanggung rata-rata memang masih berusia muda dan mereka bisa membuktikan bahwa nereka bisa berkarya membangun lingkungan RW 01 agar bisa menjadi lebih baik lagi.

Berita Populer

PERLOMBAAN SARONG RACING

by Administrator | 18 Aug 2022

Karnaval Kecamatan Kepanjenkidul 2023: Pe..

by Administrator | 28 Aug 2023

Santoso - Tjutjuk Sunario Resmi Dilantik ..

by Administrator | 26 Feb 2021

DPUPR Kota Blitar Manfaatkan Embung dan K..

by Administrator | 09 Feb 2021

Ngobrol Santai Bareng Pak Camat, Kuatkan ..

by Administrator | 31 Mar 2023

KPU Kota Blitar Gelar Rekapitulasi dan Pe..

by Administrator | 15 Dec 2020